Kapok Beli Apartemen PPJB

Standard

Sebagai pengingat ke depannya, makanya di tulis di blog. Awalnya pengen beli tempat tinggal untuk masa depan.  Mestinya rumah, tapi karena persyaratan dari hubby berat, harus deket tempat kerja saya dan dia, harus deket sama skul anak bla bla bla. Akhirnya saya bujuk beli apt aja. Kemudian dimulailah hunting apt, liat iklan jual, janji ketemu dengan sales or broker or pemilik. Dapet deh unit idaman, second tapi belum shm. Sudah mau mundur karena banyak yg bilang blm shm alias baru PPJB ga bisa ajuin KPA. Tapi brokernya bilang bisa, yah sudah saya bayar DP dengan jumlah lumayan besar dari seharusnya. Maklum ga ngerti soal jual beli property. 

Abis DP mulailah journeynya. Cari Bank untuk pengajuan KPA, kepilih 2 Bank dengan rate bunga paling bagus. Keduanya ada kenalan orang dalam, jd pd pasti dapat pengajuan KPA nya. Ternyata Bank 1 lebih cepat kerjanya daripada Bank 2, padahal penyerahan dokumen pada hari yg sama. Kurang lebih 1 minggu kemudian, dikontak untuk appraisal. 3 hari setelahnya keluar pemberitahuan KPA telah disetujui. Girangnya setengah mati, dalam pikiran wah cepet jg nih, berarti ga lama lagi bisa AJB dan tuh unit apt jd milik. 

Ternyata tidak semulus itu. Masalah muncul di awal adalah penentuan notaris, dimana harus yg bekerja sama dengan Bank maupun developer. Kenapa developer karena msh PPJB jd nyangkut ke developer. Saat itu saya sudah tambah DP lagi dengan jumlah sama seperti DP pertama. Selesai masalah pertama timbul masalah baru, banyak sekali dokumen yg diminta oleh pihak Bank baik menyangkut unit apt seperti copy imb, shm pecah unit atas nama developer bahkan sampe ART Developer. Developer baru bisa siapin 2 minggu ke depan. Ok waiting. 

Setelah dokumen diserahkan oleh Developer, kita mulai bayar biaya yg perlu untuk AJB ke notaris, termasuk biaya notaris. Karena berpikir proses akan lancar. Ternyata tidak semudah itu, Bank masih meminta berbagai dokumen tambahan mengenai developer yg seolah mempertanyakan legalitas developer. Hal ini berlangsung hampir 2,5 bulan. Saya di gantung oleh pihak Bank untuk waktu pengikatan kredit. 

Masuk bulan ketiga saya mulai resah, mulai push semua pihak dan di push oleh broker penjual. Mulain deh stress tingkat tinggi. Tiap hari telp pihak Bank dan notaris untuk tanya perkembangan. Jawaban dari notaris pihaknya sudah selesai proses semua dokumen dan sudah sah, tinggal tunggu dari pihak Bank untuk jadwal pengikatan. Dari pihak Bank bilang msh ada dokumen yg belum lengkap. Jawaban yg simpang siur ini terus berlangsung, sampai ujung ujungnya saya berasa pihak Bank dan Developer saling tidak mau mengalah. Dan saya akhirnya bilang ke Bank saya pasrah kalau mang tidak bisa akad yah sudah saya rela. Saya rela DP saya melayang, yg penting pihak bank bilang final tidak bisa akad. Tapi herannya kata final itu tidak keluar dan sempat ada gosip tidak bisa akad dari sales bank. 

Syukurnya masih ada bantuan dari Notaris dan Broker yg jadi mediator  antar Bank dan Developer. Akhirnya masuk bulan keempat awal, akad saya dapat dilaksanakan setelah makan waktu 2 minggu untuk penentuan tanggal, waktu dan tempat serta kehadiran semua pihak. 

Intinya dari kejadian ini pihak Bank kapok untuk approval KPA PPJB, pihak Developer kapok menyetujui penjualan unit yg blm shm dan saya kapok beli apartemen PPJB. Semua memang ada the first time nya.

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s